Thursday, September 03, 2009

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT, AMIN.

Wednesday, July 22, 2009

Mini Ekspedisi

ada yang salah?
etika terbelah
tumbuh resah
tak diterima kalah
lari menuju cerah
walau redup mengarah

tetap tak menyerah
tetap tak terbantah

Thursday, June 11, 2009

Gumanan Psikedelia

sayapnya memerah luka
walau emas
lalu mahkotanya jingga
warna yang dihindari nestapa
hatinya berbelatung racun
dikipasi angin sepi
bulunya rontok
ketanah
tumbuh aneh
jika dia disini
semua mendengar heran
suaranya seperti muntah
meski tak berbau
tertutupi wajah gembira
matanya tak jelas melihat
hanya yang jahat terlihat
dikhianati musim
kumpulannya lari
tapi dia mengerti,
memilih mati dini hari
ketika nanti tak ada yang bertanya:
"bagaimana keadaanmu ?"

Killapology

ditanaminya prasangka dengan iri
disiraminya tubuh kotor dengan dengki

yang suatu saat di ingkari
tumbuh mulut mulut pencuci
dicucinya basa basi menjadi simpati

jatuh lagi
rencana rencananya yang mati
gagal mengisi lalu tertimbun mimpi

setiap yang terlaknat akan mengalami
jatuh sendiri karena tak hati hati
karena tak jaga hati
berhati hatilah
karena hati luka
anti apologi

Wednesday, May 27, 2009

Chemistry

di masa lalu kita tak kenal
tak lama kenal
maka dari itu kita mengenal
mengubah bebal
mencari asal
menuju kekal
bukan banyak hal
bukan pula menghafal
hanya meneruskan awal
lalu kita terjang aral
non verbal

Wednesday, May 13, 2009

Awal Akhir Awal

menyanggah jamah
tak sepadan dengan sumpah
gelap semakin merambah
benar dan salah telah berubah

kemana akan percaya?
akankah menjadi percuma?

jika semua menuju satu

kehancuran

Tuesday, April 14, 2009

Pohon Se-Jati

pada puncaknya
kutanam seribu asa
untuk berjaga
di malam seperti biasa

menguburmu dalamdalam
mengurai segala asam
membunuh dendamdendam

pada tangkainya
kupasang daun telinga
untuk waspada
di pagi seperti biasa

meniupmu tinggitinggi
menghapus segala isi
membasuh hatihati

pada akarnya
kuberi duri bermakna
untuk menjaga
di senja seperti biasa

mengujimu raguragu
memuja segala isu
menjadi abuabu

Wednesday, March 11, 2009

Hmm....

diam memendam
bukan dendam


hanya butuh padam

Thursday, March 05, 2009

Dry Methods

tersenyum bangga
seolah juaranya
tak hiraukan yang terbaca
hanya hal biasa
dan akan cepat binasa

yang lain hidup dari luka demi luka

aku mengeja
yang tertutup akan berkata
demi waktu demi asa
akan datang jawabnya

Wednesday, February 04, 2009

Tanda Tanya

.
mati katakata
lalu terbakar suasana
hanyut dalam dilema

ada apa?
mengapa?
bagaimana?
kemana?

Wednesday, January 07, 2009

SEPERTINYA KAU TIDAK SUKA

.
lalu aku berlalu
tak mengerti yang kau isi
lalu bagian itu menunggu
dieksekusi dan ternyata keliru
terlanjur pergi
terlanjur meratapi
terlanjur mengerti

sepertinya kau tidak suka
dengan yang kubaca
meski hanya sekedar wacana
hal yang biasa
yang seperti orang lain kata

ku tak menuju
ku tak memacu

mengalir saja
bergulir saja
biar yang lain tak sapa
biar yang lain tak memuja

karena aku menduga
sepertinya kau tidak suka
karena aku merasa
sepertinya kau tidak suka

DZIKIR PEMABUK

.
aku benar
yang kulakukan benar
yang lain tidak benar
tak perlu benar
tak usah benar
kalau bisa kubeli benar
berapapun besar panjar
benar benar

aku benar benar
tak bisa salah
masa kini aku benar
selalu dan akan benar
alam mendukungku untuk membenarkan
lingkungan memaksaku untuk membenarkan
aku mengebiri benar benar
menjadi semakin liar

aku benar benar benar
yang tak sadar adalah benar
tak perlu risau jika ternyata tak benar
karena benar itu hambar
maka dari itu kukejar
mengejar benar
benar benar mengejar

LOGIKA TERBALIK

.
tak kurasa waktu
tak kurasa palsu
hanya menuju
dan ternyata keliru

tak kuhitung langkah
tak kuhitung lelah
hanya mengalah
dan ternyata salah

tak kujawab tanya
tak kujawab dilema
hanya mengeja
dan ternyata kecewa

tak kupugar isi
tak kupugar mimpi
hanya menguji
dan ternyata mati

FIGUR AYAH

.
si bungsu merengek pada pagi
adakah pengganti mimpi
jika dia menikmati

kehilangan yang merasuk
menutup tiap pintu masuk
meski ada yang mengetuk

mencari yang seperti
yang serupa dilewati
dihakimi sendiri
karena yang lain mengisi

dihasut jarak dan dimensi
tak dihapus memori
biar sampai tinggi
sampai terhapus sidik jari

sosok itu takkan lari
hanya sembunyi
dibalik figur figur pencari
tergantung pada kata kunci

mawas diri

Friday, December 26, 2008

Nol Intervensi

dia lanjutkan yang kurajut
dengan nol kata-kata

dia ambil yang akan terbuang
dengan tangan kotornya

bertubi-tubi mencampuri
yang dia tak berhak

karena sesuatu
miliknya begitu dekat
fisikal terlihat

menarik seperti magnet
dia datang untuk meneruskan
mengganti kosong pikiran
seakan yang terakhir

lalai (2)

.
hari hari yang berat
dan semua yang mengikat
apa yang aku dapat?

mata tak cermat
mengawasi celah pekat
kemudian lalai menguat
jatuh di waktu yang tepat

semua berhenti bernyanyi
semua berhenti meng-amin-i
semua berhenti menyadari

kubaca pikiranmu lewat lagu yang kau putar

ada yang tidak terkatakan lalu binasa karena kata
pada mulut yang bahaya
semua keluar begitu saja
digerakkan oleh apa?

seperti eksekusi
kemudian mati
tak terasa sudah terisi

aku mati sementara waktu
tinggalkan pesan didepan pintu
jika kau ingin masuk ketuk dulu
tapi jangan bawa hati itu
karena didalamnya kemewahanku ; sudut pandang baru

Saturday, December 13, 2008

pagi pembunuh mimpi

.
dia pagi
asuhan matahari
tak berhati
karena dingin mencari
kemudian pergi
meninggalkan isi
menanggalkan pasti
merampas mimpi
................

Thursday, November 20, 2008

orang kalah di jaman gaul

sesukamu sajalah
takkan ada masalah
karena aku kalah

mereka bilang aku tak kalah
mereka bilang aku benar mengalah
tapi dia ingin aku kalah
tapi dia tak pernah salah
tak pernah merasa bersalah
dan telah berubah
kebutuhan berubah

silahkan mencaci
silahkan memaki
kata itu tak henti
dipikirnya sendiri

sedang aku...
orang kalah biasa yang tak keliru
dan berhasil berseteru
melewati jalan buntu
tapi tetap saja dianggap keliru

MATH-mati

hanya ada sikap matematic benar dan salah bertambah berkurang merugikan tak cukup dilempar lalu dibunuh dienyahkan diluluhlantakkan ditiup bagai debu lalu terbang terkubur menyatu dengan tanah basah imajinasi dieksekusi harihari menjadi pagi pagimu bukan pagiku karena aku malam senja rumahku jangan acuh karena keliru menjebak terjebak begitu rumit menjelma fisika lalu kimia menjalar dalam tubuh acuh pada yang jauh bagaimanapun aku akan mati keluar dari segala mimpi menepi di pesisir bagian akhir mengalir tak akan cukup dan kau menjadi kadangkadang lari hindari isi yang mengisi itu aku yang mengaku aku lalu dia mencampuri hitungan mundur aku melaju melawan arah dan kau senang

keja-tuhan

adakah yang akan kutunjukkan?
sedang hanya kosong

adakah yang akan kujelaskan?
sedang hanya kosong

adakah yang akan kubukakan?
sedang hanya kosong

dibohongi seperti angin
berlalu dengan dingin
dihapusnya kemarin

yang dekat yang menang
tapi dia bukan tuhan
bukan keduanya

dan aku hanya meredam, kata menjatuhkan
dan aku hanya meredam, sikap menjatuhkan