.
diintimidasi
waktu
kau
mereka
tapi aku terus melaju
Saturday, September 20, 2008
Wednesday, August 06, 2008
Tuesday, July 29, 2008
tendangan dengan alasan!
anak kecil kemarin sore memukul mukul meja
mengira itu irama
tak tahu waktunya
tak tahu tempatnya
sedang yang lain menganggap biasa
ada yang terganggu ulahnya
anak kecil ditempeleng
baru tahu rasa
mengira itu irama
tak tahu waktunya
tak tahu tempatnya
sedang yang lain menganggap biasa
ada yang terganggu ulahnya
anak kecil ditempeleng
baru tahu rasa
Monday, June 30, 2008
PULANG YANG ABSURD
.
aku kehilangan pikiran tentang "ada", dimana terselip tiap rongganya luka, tak dapat kulihat dengan seksama, tak ada saksi, hanya ambisi untuk berhenti, di pagi ini, ingin kusudahi, ingin kututup segala transaksi tentang isi yang sehari hari menghantui, kusebut ini BENCI, benci tentang kemari, benci tentang sesuatu yang bergerak menuju padaku,dan tak pernah kusuka, aku tidak sengaja! tidak pernah terbayangkan sebelumnya, tak pernah kumeminta, hanya sinisme belaka, berkelanjutan, berurutan, berarak-arakan, bergumul, berkumpul, bersaing, yang akhirnya....salah satu harus kalah juga, kutantang kau lain kali! kuseberangi kau! bukan saat ini...tapi nanti...setelah aku pulang.
sementara itu...pakailah dulu kemenanganku, pamerkan kepada lainnya, habiskan....karena bagian untukku akan menjadi lebih banyak.
Tuesday, June 24, 2008
sudah menyerah kalah tapi tetap dihabisi.....
.
habisi aku
selagi aku terhabisi
lukai aku
selagi aku terlukai
lampaui aku
selagi aku terlampaui
siksa aku
selagi aku tersiksa
koyak aku
selagi aku terkoyak
kubur aku
selagi aku terkubur
ada yang harus berada di tempat dan menjadi seperti itu
dan itu adalah aku
habisi aku
selagi aku terhabisi
lukai aku
selagi aku terlukai
lampaui aku
selagi aku terlampaui
siksa aku
selagi aku tersiksa
koyak aku
selagi aku terkoyak
kubur aku
selagi aku terkubur
ada yang harus berada di tempat dan menjadi seperti itu
dan itu adalah aku
Saturday, June 14, 2008
Em + C 2X
.
ada asap
mengepul
ternyata berkumpul
diatas kepalaku
tak menguap
ada asap mengepul diatas kepalaku
menggumpal
masuk menyumpal telingaku
ini buatku pilu
ada asap
mengepul
diatasku
menjelma benda tumpul
jatuh ...
lalu berkumpul
denganku yang sedang sendiri
di ruang gelap
lalu berkumpul
dengan mereka yang sedang mengisi
kita samasama mengisi
setiap waktu
dengan benar dan keliru
ada jawaban
ada pertanyaan
di ruang gelap
ruh
ada asap yang mengisi
ada yang melayang perlahan turun mengisi
menegasi
ada dan tiada harus terisi
hanya mencari
bagaimana caranya agar terisi
bukan soal siapa
hanya asap
tak percuma
ada asap
biar untuk sementara
ada asap
mengepul
ternyata berkumpul
diatas kepalaku
tak menguap
ada asap mengepul diatas kepalaku
menggumpal
masuk menyumpal telingaku
ini buatku pilu
ada asap
mengepul
diatasku
menjelma benda tumpul
jatuh ...
lalu berkumpul
denganku yang sedang sendiri
di ruang gelap
lalu berkumpul
dengan mereka yang sedang mengisi
kita samasama mengisi
setiap waktu
dengan benar dan keliru
ada jawaban
ada pertanyaan
di ruang gelap
ruh
ada asap yang mengisi
ada yang melayang perlahan turun mengisi
menegasi
ada dan tiada harus terisi
hanya mencari
bagaimana caranya agar terisi
bukan soal siapa
hanya asap
tak percuma
ada asap
biar untuk sementara
Tuesday, May 20, 2008
Friday, May 09, 2008
SIKLUS (2)
hampa
seolah kembali ke masa dimana tak ada nyala
dan mengenang lagi
sanubari digerogoti
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
...............................................................................!
seolah kembali ke masa dimana tak ada nyala
dan mengenang lagi
sanubari digerogoti
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
................................................................................
...............................................................................!
Tuesday, April 22, 2008
ASASI
aku hanya ingin membakar
dan setelahnya abu itu ku sebar
kesegala penjuru
tiap pintu, seribu
aku hanya ingin meniup
dan setelahnya aku turut terbang
kesegala arah mata angin
menjadi dingin
aku hanya ingin mendaki
dan setelahnya kuturuni jalan ini
hilang dibalik bukit
sedikit demi sedikit
aku hanya ingin menanam
dan setelahnya kubiarkan alam menentu
benihku hidup atau mati
tanpa dendam
aku hanya ingin menikmati
tak bolehkah?
dan setelahnya abu itu ku sebar
kesegala penjuru
tiap pintu, seribu
aku hanya ingin meniup
dan setelahnya aku turut terbang
kesegala arah mata angin
menjadi dingin
aku hanya ingin mendaki
dan setelahnya kuturuni jalan ini
hilang dibalik bukit
sedikit demi sedikit
aku hanya ingin menanam
dan setelahnya kubiarkan alam menentu
benihku hidup atau mati
tanpa dendam
aku hanya ingin menikmati
tak bolehkah?
KOMPOSISI
.
tuangkan gula kedalam mimpiku
hingga manis terasa
tuangkan garam dilautan asaku
tak akan ada gunanya
tuangkan pahit dalam kesenanganku
biar segalanya biasa
ramuan segala cara
di jalan tak berujung
sampai mati
tuangkan gula kedalam mimpiku
hingga manis terasa
tuangkan garam dilautan asaku
tak akan ada gunanya
tuangkan pahit dalam kesenanganku
biar segalanya biasa
ramuan segala cara
di jalan tak berujung
sampai mati
Sunday, April 20, 2008
insomnia sederhana sebagai pengulangan dari hari ke hari yang harus terus dilewati....
.
yang kuingat hanya kata serabutan/tak ada titik tak ada koma/semua menjadi tanda tanya/berdetak kencang jantung/darah mengarah memerah pada muka tak percaya/sedang aku digulingkan malam/semakin kencang semakin tak dapat terpejam/tidak susah untuk dimengerti/hanya saja....seperti semula/semua sudah terlanjur dilewati sebelum terobati/setiap hari...
NALURI MENCARI CELAH
.
naluri mencari celah
kita akan kalah?
karena yang benar adalah pasti
sedang kita bergelimang
gamang
di bumi ini
berpijak pada jejak 100 abad
warisi tanda tanya yang sama
siapa kita
dari mana kita
dimana kita
lepas dari ras, rasa, percaya, asa...
sementara dari kita berkata: "berontak itu biasa, sedang berkhianat itu luar biasa!"
naluri mencari celah
kita akan kalah?
karena yang benar adalah pasti
sedang kita bergelimang
gamang
di bumi ini
berpijak pada jejak 100 abad
warisi tanda tanya yang sama
siapa kita
dari mana kita
dimana kita
lepas dari ras, rasa, percaya, asa...
sementara dari kita berkata: "berontak itu biasa, sedang berkhianat itu luar biasa!"
Tuesday, April 15, 2008
pohon kearifan
.......
bagai tercerabut dari akar
dan dedaunan rontok
batang ini runtuh
dibanting angin
terkoyak buah
jatuh jauh dari pohon
tak lagi bisa ditanam
tumbang sebelum tua
sementara hijaunya ...
mengilhami yang lain untuk bersemi
kembali
bagai tercerabut dari akar
dan dedaunan rontok
batang ini runtuh
dibanting angin
terkoyak buah
jatuh jauh dari pohon
tak lagi bisa ditanam
tumbang sebelum tua
sementara hijaunya ...
mengilhami yang lain untuk bersemi
kembali
Monday, April 07, 2008
cara yang benar untuk BERTANYA !
.
cara yang benar untuk BERTANYA adalah :
- pastikan anda ingin bertanya
- pastikan anda ingin bertanya
- pastikan anda ingin bertanya
"Hm...itu pasti, karena hanya orang bodoh yang menanyakan apa yang dia sudah tahu".
cara yang benar untuk BERTANYA adalah :
- pastikan anda ingin bertanya
- pastikan anda ingin bertanya
- pastikan anda ingin bertanya
"Hm...itu pasti, karena hanya orang bodoh yang menanyakan apa yang dia sudah tahu".
Saturday, April 05, 2008
ada yang kekurangan filosofi
...
ada yang kekurangan filosofi
semuanya tanpa dihayati
ada yang keruh dan tak mengalir
begitubegitu saja
tak berkembang
tak bersikap
aku hanya ingat
untuk diriku saja
jika milikmu aku tak milik
karena itu naasmu
ada yang kekurangan empati
bicara tanpa isi
hanya ingin menjatuhkan
hanya ingin pengakuan
aku hanya diam, sementara bagian lainnya ikut mengamini
langkahku
; puisi indahku ini aku dedikasikan kepada yang hanya omong kosong belaka
ada yang kekurangan filosofi
semuanya tanpa dihayati
ada yang keruh dan tak mengalir
begitubegitu saja
tak berkembang
tak bersikap
aku hanya ingat
untuk diriku saja
jika milikmu aku tak milik
karena itu naasmu
ada yang kekurangan empati
bicara tanpa isi
hanya ingin menjatuhkan
hanya ingin pengakuan
aku hanya diam, sementara bagian lainnya ikut mengamini
langkahku
; puisi indahku ini aku dedikasikan kepada yang hanya omong kosong belaka
Thursday, April 03, 2008
"no more rebels" ato "dead rebel" (ato istilah yg lainnya mungkin?)
menjadi "pemberontak" itu biasa,
mungkin menjadi "pengkhianat" akan menjadi tren yang tidak biasa ...
siapa tahu?
mungkin menjadi "pengkhianat" akan menjadi tren yang tidak biasa ...
siapa tahu?
tanda seru ( ! )
aku tak hendak hentakkan kaki tanda aku mengamati
ketika kau terus berusaha menggerus yang kujalani
aku hanya berusaha berseru kepadaku
dan tertawa seperti biasa
sesuatu yang takkan bisa kau mengerti
sesuatu yang takkan bisa kau curi
dan ketika kuberbalik meneruskan memulai yang baru
....
kau dibelakangku menjilati
itulah yang membedakan darahku
ketika kau terus berusaha menggerus yang kujalani
aku hanya berusaha berseru kepadaku
dan tertawa seperti biasa
sesuatu yang takkan bisa kau mengerti
sesuatu yang takkan bisa kau curi
dan ketika kuberbalik meneruskan memulai yang baru
....
kau dibelakangku menjilati
itulah yang membedakan darahku
Monday, March 31, 2008
kau yang di jakarta
kau yang dijakarta
mungkin bisa menjelaskannya
tentang apa yang terjadi
kau tahu?
didaerah tak seperti disitu
keadaannya
kau yang dijakarta
mungkin bisa mengatakannya
tentang apa yang kubaca
kau tahu?
disini jauh dari situ
kau yang dijakarta
mungkin bisa menguraikannya
ini bukan sentimentil
tentang yang tidak merata
apakah suatu keharusan?
kau yang dijakarta
mungkin bisa menyampaikannya
adalah pusat yang kita semua yakini (amini)
yang disini mencari sendiri
adakah yang peduli?
kau yang dijakarta
mungkin bisa menyadari
bukan satusatunya
mengapa tidak kembali?
kau yang dijakarta
mungkin bisa mencari
turun kejalan
diluar jakarta
celah itu tersisa
atau karena terpaksa?
"haha...sepertinya sepanjang apapun tulisan ini tidak berujung, karena pikiran itu tersimpan rapi setelah kita sejenak berbincang disore hari yang biasa saja..."
- untuk Albert Niha -
mungkin bisa menjelaskannya
tentang apa yang terjadi
kau tahu?
didaerah tak seperti disitu
keadaannya
kau yang dijakarta
mungkin bisa mengatakannya
tentang apa yang kubaca
kau tahu?
disini jauh dari situ
kau yang dijakarta
mungkin bisa menguraikannya
ini bukan sentimentil
tentang yang tidak merata
apakah suatu keharusan?
kau yang dijakarta
mungkin bisa menyampaikannya
adalah pusat yang kita semua yakini (amini)
yang disini mencari sendiri
adakah yang peduli?
kau yang dijakarta
mungkin bisa menyadari
bukan satusatunya
mengapa tidak kembali?
kau yang dijakarta
mungkin bisa mencari
turun kejalan
diluar jakarta
celah itu tersisa
atau karena terpaksa?
"haha...sepertinya sepanjang apapun tulisan ini tidak berujung, karena pikiran itu tersimpan rapi setelah kita sejenak berbincang disore hari yang biasa saja..."
- untuk Albert Niha -
TETAMU
kuijinkan masuk
kupersilahkan masuk
karena intuisi
ada benarnya
kuijinkan masuk tapi tak kedalam
hanya beranda
bukan siapa
tapi karena
karena ke dalam berarti menguliti
orang asing tak kedalam
kuijinkan masuk kedalam
mencicipi yang kuhidangkan
mengambil yang kuijinkan
bukan yang tak berijin
pun kau ambil
akupun setuju
tapi ijin sesuai waktu
berjalan
evaluasi hasil kini
aku lupa
kartu itu seolah kau baca
milikku
bukankah kita sepakat untuk tak kedalam
tapi kau sudah lihat
meski yang kau lihat kosong
kupastikan kosong
aku lupa
kartu itu seolah kau baca
tentangku
garismu disitu
(sambil menunjuk)
aku bicara sendiri pada tetamu
yang kuijinkan masuk
tak kutahu tingkahnya
namun intuisi
menjadi jelas
menjelaskan
ijin sesuai waktu
artinya sepakat
dan aku tak mudah untuk sepakat
kau tahu itu?
jika anda adalah seorang tetangga yang kelihatannya biasa biasa saja, sangat menghargai privasi dan suka berkebun ;
"awas ketahuilah dirimu! sebelum tamu tak diundang masuk halamanmu dan mengacak acak kebunmu..."
kupersilahkan masuk
karena intuisi
ada benarnya
kuijinkan masuk tapi tak kedalam
hanya beranda
bukan siapa
tapi karena
karena ke dalam berarti menguliti
orang asing tak kedalam
kuijinkan masuk kedalam
mencicipi yang kuhidangkan
mengambil yang kuijinkan
bukan yang tak berijin
pun kau ambil
akupun setuju
tapi ijin sesuai waktu
berjalan
evaluasi hasil kini
aku lupa
kartu itu seolah kau baca
milikku
bukankah kita sepakat untuk tak kedalam
tapi kau sudah lihat
meski yang kau lihat kosong
kupastikan kosong
aku lupa
kartu itu seolah kau baca
tentangku
garismu disitu
(sambil menunjuk)
aku bicara sendiri pada tetamu
yang kuijinkan masuk
tak kutahu tingkahnya
namun intuisi
menjadi jelas
menjelaskan
ijin sesuai waktu
artinya sepakat
dan aku tak mudah untuk sepakat
kau tahu itu?
jika anda adalah seorang tetangga yang kelihatannya biasa biasa saja, sangat menghargai privasi dan suka berkebun ;
"awas ketahuilah dirimu! sebelum tamu tak diundang masuk halamanmu dan mengacak acak kebunmu..."
wajah saya sebenarnya

"mungkin agak konyol...versi saya adalah tidak bisa didikte, apapun itu...tentang sikap...mari rayakan !"
Subscribe to:
Posts (Atom)