Saturday, October 15, 2005

kubiarkan terburai
hati yang gelisah tak sudahsudah
kubiarkan tercerai
segala rencana tentang damai

jalan ini panjang
ramburambu hanya penuntun gamang
sudah lelah aku
sudah cukup untukku


kubiarkan telanjang
tak ada lagi yang dapat kusimpan
menjadi dayung perahuku

kubiarkan hilang
mimpimimpi
agar berganti
dan tumbuh lagi sayapku
awan mendung berganti/ keluar dari persembunyian/ lagu sayu sayup terdengar/ tanda akan bergulir musim/ aku disini menengadahkan tanya/ apakah disana akan bertahan? / cuaca mudah berubah/ angin berhembus mengubah arah/ kini menujuku/ menunjukku untuk mengarah/mengubah gelisah/ menghitung hari menghitung janji/

awan mendung berlalu/ matahari memacu detak jantungku/ yang terus risau untuk segera meninggalkan kacau - karena disini mulai silau/ harus melebur/ harus mengubur/ harus segera di lajur lurus/ setidaknya ..... / kau ada / setidaknya.... / kau hadir / untuk bergilir / berganti seperti musim / dan jika tidak?!/ waktu akan terus berlalu/ meninggalkan lagi/ asing lagi yang kau rasa / rusak lagi keajaiban/ menjadi sesuatu yang biasa / yang tak pernah dinanti/ dan akan menjadi sisa/ akankah ??

Tuesday, September 27, 2005

lagilagi kosong yang membuatmu bosan untuk menatap dinding dinding dingin/ada yang bergulir seperti halnya matahari,matahati,matamu/akan berganti menjadi pagi/rencana lagi/melangkah lagi/mengurai lagi/mencari lagi/
lagilagi kosong yang kudapati/terbuang percuma/menjadi sisasisa yang siasia/berkecamuk keinginan untuk berhenti/mengupas setiap inci/yang menjadi isi/dan kembali lagi/memelihara janji yang belum ditepati/

LONG ROAD

Yang terpajang hanya jalan panjang
penuh dengan ramburambu

Yang kupandang hanya remangremang
penuh dengan kosong

kudapati hampa di sanubari

Saturday, September 24, 2005

pecundang

giliran aku bicara, kau mencemooh tentang keseriusan, BEDEBAH !!!!!
giliran aku hengkang, kau datang menantang kekosongan, BANGSAT !!!!!
yang katanya kau MENANG
yang katanya kau PENANTANG
ternyata kau penjilat
ternyata kau menungguku pergi

lelah

untuk tetap bertahan....................................., kadang sesuatu yang diusahakan itu sering,banyak, selalu, kandas....tak sampai ditujuan.....sampai kapan???, hanya berulang ulang, Huh..........sampai kapan???? sampai kapan???? seolah waktu tak ada yang tersisa untuk menggerakkan badan, bergerak, namun tak juga bertindak, terkungkung pikiran sendiri, lelah, lelah, lelah....................................................................................................................................................

Tuesday, September 20, 2005

hari ini

hari ini adalah hari seperti biasa yang kulalui masih dengan tanda tanya, hari ini adalah hari yang seperti biasa yang aku sendiri masih enggan untuk beranjak karena ingat kemarin, kemarin, kemarin, dan kemarin, hari ini adalah hari yang pasti aku ingin berhenti dari peperangan, aku ingin lepas landas, aku ingin lepas baju, bukan baju zirah, karena membuatku gerah, dan ini bukan jamannya, bukan jaman untuk berperang melawan mereka para penjajah, penjajah yang kau dengar disekolah, disekolah pun kini kau tahu ada yang baru setelah 24 tahun kau hidup, ada yang baru menjajahmu, rasa takutmu sendiri yang melukai, yang mengancam setiap saat kau membuka mata, hati hati, perhatikan rambu rambu itu !
hari ini aku ingin mematuhi rambu rambu, ingin mencari arah menuju, ingin menguak tabir palsu yang ada didepanku merusak timbangan itu, hingga aku pernah ada didaerah abu abu ! entah itu baik atau buruk entah itu setuju atau tidak, entah.......
hari ini atau entah nanti...., ya.....entah nanti.....jawaban itu harus kutemui meskipun tak cukup, tak cukup, karena hari ini sudah cukup.

TUHAN, beri aku energi

TUHAN
beri aku energi
untuk mengamuk di pagi ini

TUHAN
beri aku energi
untuk mencari di hari ini

TUHAN
beri aku hati
aku sudah sangat jahat pada mimpi

TUHAN
beri aku jalan
jewer aku kalau hanya jalan jalan

TUHAN
beri aku kuat
menahan kantuk
karena hari ini perayaan

TUHAN
beri aku AMPUN
AMPUN, AMPUN

TUHAN
beri aku pasti
aku sudah merasa kosong

paranoid

memeram kekosongan adalah kebodohan
membakar kenangan adalah kebodohan
merasa kehilangan adalah kebodohan
sendiri adalah kebodohan

itu kata mereka
enaknya bagaimana ?
ego + superego + id = .......

good morning

Hei.....
Halo
Why ?
Know...
Trust
Now !
Again.

1/2

apa yang kau tunggu? semua sudah lewat didepan matamu
apa yang kau cari? semua sudah datang dan pergi silih berganti

ataukah karena daerah abu abu itu menyesatkan?
ini bukan pilihanku, ini bukan pilihanku

(katakan padaku tentang abu abu,aku benar benar tak tahu.........)

ketik A

ketika malamku tiba purnama sirna
ketika waktuku datang jalanku hilang
ketika kau mengawali aku mengakhiri
ketika
ketika
ketika
ketika
ketika semua hanya bergantung pada ketika
apakah kau tahu jawabnya?

1/3

Hitam dan Putih kini berkawan baru.......
Abu abu.

sebetulnya manusia adalah manusia, bukan binatang.......

matahari satu.....berganti siang dan malam seperti yang kau lihat, matahati satu.......dapat kau ganti dengan palsu namun tak dapat kau pungkiri, matamu sepasang..........dapat kau katup tutup matamu terpejam, namun kau akan lihat sesuatu itu tersembunyi
ASU

SUPERUNKNOWN (2)

roda berputar.....kau tak ikut ?
jalan memanjang.....kau tak turut ?

nanti dulu...
"aku menunggu
roda itu berganti,
jalan itu diaspal"

SUPERUNKNOWN*

tahukah kau yang menjalar dipikiranku adalah kekosongan
tahukah kau yang ku tanam adalah kekhawatiran
tahukah kau yang tumbuh itu ternyata luka?

aku tidak tahu sama sekali

(*title from soundgarden)

...................................................

biar akan terbawa kemana angin berhembus......aku turut
biar terbawa kemana musim bergulir.....................aku ikut

Friday, September 16, 2005

24

TUHAN, aku lelah..........................

Tuesday, August 30, 2005

menipu matahari

kau tipu matahari
dengan ramburambu
menutupi harihari dengan mimpi
gelap

kau tipu matahari
dengan bianglala
mencakar langitlangit berlubang
biar gelap terus berkubang

kau tipu matahari
seperti mataku sendiri...
buta

Monday, August 29, 2005

SEONGGOK SAMPAH DI PERTIGAAN

kehilangan ramburambu
akar semakin menjalar.....
menggerogoti perlahan seperti benalu
menuduhku yang bukan milikku

kau simpan angan
kau simpan racun
kau simpan ketakutan
memabukkan

belum selesai cerita
akhir menjadi tanda tanya
awal pun tak tercatat
bau takdir sudah hadir
menghilangkan yag pernah singgah

dan kau...
menjalar di segala kabar
tentang jalan keluar.