Tuesday, July 19, 2005

do'a hujan

pemadam...........
dimanakah engkau, saat aku butuh padam.

pemadam...........
dimanakah engkau, saat aku butuh padam.

pemadam..........
dimanakah engkau, saat aku butuh padam.

pemadam..........
dimanakah engkau, saat aku butuh padam.

pemadam..........
dimanakah engkau, saat aku butuh padam.

pemadam..........
dimanakah engkau, saat aku butuh padam.

pemadam..........
dimanakah engkau, saat aku butuh padam.

ala malam ala



ala
malam
ala



jika siasia dan berlebih yang kau baca, yang kau cari tak kau sudahi



ala
malam
ala



begitu buruk malam untukmu.

aku adalah kosong

aku melihatmu membuat pertanyaan
.......yang kau catat,
dan kau jawab sendiri.

+++

yang kau tanyakan terngiang di kepala.....
- akan mati dengan sendirinya
yang kau katakan kudengar berulang kali
-akan berhenti kau sudahi

*ada rumus yang begitu rumit,
untuk jelas kau lihat semua

*ada lingkaran yang sederhana
dengan mudah kau baca

keduanya bercampur menjadi satu,
menjadi kebingunganku sendiri
yang seharusnya ditemani, tapi....
siapa peduli ?

Monday, July 18, 2005

MALAM......

Malam.........
Biarkan aku duduk bersimpuh, bertekuk lutut sejenak dan membuat lunak hatiku yang merisau sepanjang hari
Ingin aku diam menghabisi sepi
Ingin kutemui yang kucari
Malam ini.

Friday, July 15, 2005

;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

kelambu, yang menutup jendela itu tersibak oleh prahara, prahara hitam mengusik rimbun dedaunan di gelap malam, pekat yang akan menahanku untuk bergerak menjadi lebih lambat, dan...aku tertiup jauh di belakang, tertinggal....tak ada satupun yang menahan, terpelanting jatuh dilembah penuh amarah, sudah menyerah kalah namun tetap dihabisi.............

A Tribute to Losers ***

Topengmu bopeng / semenjak kau terjatuh ketika kubonceng di sebuah jalan yang melenceng / dan / kau menangis cengeng / ayahmu pun menempeleng / karena sudah melanggar larangan membunyikan lonceng /
Topengmu bopeng / garagara kutukan dari sebuah lonceng / kau langgar aturan, melenceng / tapi kenapa kau masih menangis cengeng / bukankah yang merusak topeng itu dirimu sendiri yang melanggar dan menangis cengeng / kau salahkan orang lain yang tak cengeng /
Topengmu bopeng /garagara kau ledek si komeng /

A Tribute to Losers **

Sikapmu yang mirip restoran cepat saji / begitu instan namun gizi masih menjadi tekateki / apa yang kau dapat dari hidangan ini? / sekedar kenyang kah? / pemuas rasa lapar dan dahaga..yang masih saja kau tawar.....
Sikapmu yang mirip restoran fast food / hidangan cepat saji seragam laut / laut sebegitu luasnya ...hingga kau dengan mudah menjilat /air itu memang asin / hingga kau gemar sekali mejilat /hingga kau dijilat pun tak merasa.....

A Tribute to Losers

ada yang kau sebut sebagai tuhan, ketika dia mulai mendekat
ada yang kau sebut buruk, ketika kau merasa lebih baik
ada yang kau sebut perubahan, ketika kau tahu itu fana

tapi, mengapa tak pernah kau sebutkan nomor seri topengmu?

Tuesday, July 12, 2005

puisi beku

aku beku
oleh dingindingin dinding malam
ingin lari dari airmata
yang mengejarku

aku beku oleh katakata yang tertahan
ingin lari dari nyata
yang mengasingkan aku

Sunday, July 10, 2005

"AMARAH-mu butuh sebuah lagu"

tak kudengarkan suaramu
suara peruntuh nyaliku

hanya lagu pelipur lara yang kutuju

yang selalu mengganggu
yang selalu menyudutkanku

biar pekak telingaku....oleh lagulagu

yang kautawarkan hanyalah sesuatu yang tawar
tak berasa, tak kukenali

biar buta mataku, tak melihatmu
mentah kutelan jengah

biar
aku senang aku tuli

hanya lagu itu yang kudengar

lagu yang tepat untuk semua amarah

Wednesday, July 06, 2005

kosong

aku siap kehilanganmu....
jauh sebelum nadi itu berdenyut

aku siap melangkahi hampa,
jauh sebelum kau tanam suka

aku siap tenggelam
jauh sebelum kau alirkan sungai yg dalam

aku siap
aku siap

ketika waktu berjalan
kutapaki hari, tak ada setuju
dari siapapun itu

hanya langit
hanya langit yang menaungi inginku

aku siap terkubur kekosongan
dan kehilangan katakata untuk menerima
yang kau bacakan

meski kau keluarkan aku dari pertarungan

Friday, July 01, 2005

Ha..ha.....

Ha..ha...., kutahu kemana akan kau berlari, ketika waktu menggusurmu, aku tahu kemana kau akan timpakan salah itu..., kutahu isi pikiranmu seperti aku adalah nujum, yang membaca yang kau baca seperti kau tidak tahu yang kau baca, aku tahu kemana kau akan lari telanjang tak tahu malu, menjilat setiap tetesan air pahit
Ha..ha..., kutahu apa yang kau lempar keluar itu..., katakata busuk yang kau kira akan mematikan aku, tapi tak percuma...., hanya slilit semacam sembelit yang sedikit mengganggu, setelah itu mati, mati, MATI!!!
Ha..ha..., kutahu isi pikiranmu, seperti aku adalah nujum, kemana kau akan lari lagi?? aku juga berlari tapi tidak kearahmu! mengikutimu, aku seperti nujum, hahahahaha......kau lari padaku....sedang aku berlari...., tapi aku tak menjilat

Monday, June 27, 2005

Aku curiga kau mengiraku gila

aku curiga kau mengiraku gila

ketika kau dengar cerita tentang masalalu, tentang tingkahlaku, aku curiga kau menuduh yang bukan milikku, menghakimi sendiri hatimu untuk menjauh dari sekat yang kubuat, meski dapat kau koyak dengan mudah sebuah akibat, aku curiga kau menuduhku gila, ketika indra melihatmu berkacamata, nyata yang kaubaca keliru, tapi itu tak merugikanku, aku hanya mengira kau gila,gila dunia fana yang akhirakhir ini benar,benar oleh mereka yang buta, yang tuli yang kau puja dunia penuh kecewa,maka dari itu kau mengiraku gila ……

jus dugem

jus dugem

buka tutupnya
sepasang mata mix aroma dan irama
..............................................

aku benci katakata........

aku benci katakata, dimana kau hanya membaca dengan biasa karena biasa, aku benci katakata, mulutku terkunci seperti borgol, pengikat sekongkolmu dengan munafik, aku benci tanda tanya, yang selalu melingkar diatas kepala, mengurangi rasa hormatku pada dewasa, dan aku benci pada mereka yang benci pada biasa, yang tak terlihat disamaratakan dengan dosa pendosa, aku hanya mengingat bahwa aku pernah benci pada katakata, ketika kau tunjukkan sesuatu padaku yang dapat membuatku mengingat bahwa aku pernah benci katakata

untitled

aku terjerat visual yang merangsang ambisi untuk menguasai / kau ada didepanku / kau tertangkap mataku / merayu seperangkat indra pengingatku / kau meracuniku……../ kau terhasut malaikat / tentang ketidakpahamankuduniamu / kau mencuri start lebih dulu; untuk menguasaiku / aku tidak tahu namamu / aku tidak tahu namamu membekas dilenganku / merajah garis hidupku / untuk mengikutimu……meracuniku /tak dapat kumengerti / sangat absurd

Untitled

aku jatuh kedalam beku yang akan menguak takdirku menjadi abu…, dan akan kularung sepi ini ketelaga mimpi, kuhujat sepi, harus kuulangi lagi hari ini, berkalikali / kutunggu kesiasiaan tanpa akhir, mengeja setiap huruf bersusun dari bawah dasar yang kutak mengerti akhiran, aku haus, seperti lidah yang kelu tak dapat menelan, seperti telinga yang tak dengar kebisingan, gugah aku! Bangunkan aku rindu, dari sepinya waktu yang kulalui berkawan mimpimimpi tak pasti / aku mengerti seluruhnya mengerti, mata ini dapat melihatmu, namun buram oleh waktu, waktu, waktu, yang mengejarku terus mengejar menumbuhkan sisasisa yang tak dapat kuulang hilang ditelan, sisasisa yang tak dapat kunikmati, tak dapat kujangkau yang jauh, pun dekat aku lalai / butirbutir yang tertanam tak tumbuh hanya menggeliat tak damai selanjutnya mati, kubunuh sendiri yang kulalui / berlalu begitu saja, lewat tak tersemat teracuhkan tak diingat, tak lagi, tak lagi menguasai teknik,tak lagi mumpuni untuk menelaah jengah, kau luput dari hitungan, dari kumpulan yang terceraiberai, kau lepas begitu saja dari sana, di ujung sana, di langitlangit tak terjamah cahaya, kelam , hitam , penuh dendam meski kau berharap datang pemadam mematikan untukmu,siasia , sisasisa yang siasia, begitu panjang benang merah yang harus terpajang, tak ada yang menghampiri persinggahanmu, tak ada yang berlabuh, dunia sendiri

Wednesday, June 15, 2005

untukmu: luka

Kulihat
Terbit fajar menyingsing
Dari kejauhan, dari kedalaman
Tertutup awan hitam namun...
Tetap ingin kulihat








Kuceritakan...
Tentang hikayat mimpi
Pada angin yang pergi, pada batang pohon yang dingin
Mengacuhkan aku namun...
Tetap kuceritakan








Kubacakan...
Sumpah seorang pencari
Pada telingamu yang tuli, pada hatimu yang mati
Tetap saja kubacakan

Karena harus kubaca,harus kulihat, harus kuceritakan> tak peduli.

kosong

kurengkuh....
angin yang hanya angin.